Raih Kemenangan Bersama Kami di MARIO4D | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus Rollingan 0,8% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : DDE3B370 | LINE : mario4d | WA : +855 96 2082 852

Meningkatnya suhu Bumi yang memicu kekeringan pada banyak bendungan di afrika, menurut peneliti, beresiko menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di benua tersebut.

Berdasarkan kondisi beberapa tahun terakhir, ketika kekeringan semakin meluas di wilayah selatan dan timur afrika laporan baru oleh para ilmuan iklim memperingati bahwa kecenderungan pembangunan bendungan mungkin salah arah.

Dikutip dari Independent.co.uk pada kamis (30/8/2018),kedua wilayah afrika tersebut membangun bendungan sejumlah hampir dua kali lipat dari prediksi kapasitas tenaga air mereka pada 2030, yang didasarkan pada perubahan ekstrem kondisi perairan darat setempat.

"perubahan tak terduga dalam ketersediaan air jelas menimbulkan resiko signifikan terhadap kelangsungan pembangkit listrik tenaga hidro, yang berdampak pada keamanan listrik negara-negara di afrika, "kata Profesor Declan Conway dari Grantham Research Institute tentang perubahan iklim dan lingkungan.

Prof Conway menyatakan bahwa El Niño 2015 dan 2016 membawa kondisi kekeringan di Afrika Selatan, dan menurunkan tingkat air dibendungan , sehingga daerah mengalami  pemadaman listrik.

ditambah pula, bahwa beberapa bendungan baru direncanakan dibangun di lokasi lembah sungau serupa, yang telah mengalami dampak buruk kekeringan dalam beberapa tahun terakhir.

"jika negara-negara ini membangun lebih banyak bendungan tenaga air di wilayah sungai yang sama, mereka semua akan mengalami resiko besar selama kekeringan dimasa depan, mengancamketersediaan listrik di area yang sangat luas, " ujar Prof Conway memperingatkan.

Lebih dari 80 persen kapasitas listrik tenaga air di Afrika bagian timur direncanakan berada di cekungan Nil, dan hampir 90 persen dari Afrika bagian selatan memilih membangunnya di lembah Zambesi.

Profesor Conway, yang mempresentasikan temuannya di Royal Geographical Society di London, memperingatkan bahwa efek berbahaya dari kekeringan pada kapasitas tenaga air, hanya akan memburuk dimasa depan.





No comments

Powered by Blogger.